Minggu, 10 Februari 2019

Cita disepertiga Malam

Di sana ada cita dan tujuan
yang membuatmu jauh kedepan
Di kala malam begitu pekat
dan Mata sebaiknya dipejam saja
Cintamu masih lincah melesat
Jauh melampaui ruang dan masa
Lalu disepertiga malam terakhirnya
Engkau terjaga, sadar, dan memilih untuk menyalakan lampu
Melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
Dengan cita yang besar, tinggi dan bening
dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
Teruslah melanglang dijalan ini
Menebar kebajikan, menghentikan Kebiadaban
Menyeru pada iman
Walau duri merintiskan kaki
Walau Kerikil mencacah telapak
Sampai engkau lelah, Sampai engkau payah
Sampai keringat dan darah tumpah
Tetapi yakinlah bidadarimu akan tersenyum
Di jalan cinta para pejuang


Kamis, 16 Agustus 2018

Pandangan-pandangan world view



PANDANGAN-PANDANGAN WORLD VIEW

Nur Fitriani Novita Dewi
Universitas Darussalam Gontor

World view memegang peranan penting dalam menentukan pemikiran seseorang. Pemikiran ini yang kemudian mendasari tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika di level pemikiran sudah tidak benar, maka ada kemungkinan tindakannya akan ikut terpengaruhi. Lantas apa yang dimaksud dengan worldview?
Karena pentingnya peranan tersebut beberapa ilmuwan ataupun ulama mengemukakan pendapatnya karena world view terdiri dari berbagai macam pendapat dari yg non islami hingga yang islami,maka dari itu para ulama islam meluruskan hal-hal yang tidak sesuai dengan pandangan worldview islam sendiri, berikut beberapa pandangan-pandangan worldview :
1.      Menurut Ninian Smart, worldview adalah kepercayaan, perasaan dan apa-apa yang terdapat dalam pikiran orang yang befungsi sebagai motor bagi keberlangsungan dan perubahan sosial dan moral”.
2.      Thomas F Wall mengemukakan bahwa worldview adalah sistem kepercayaan asas yang integral tentang hakekat diri kita, realitas, dan tentang makna eksistensi.
3.      Prof. Alparslan dalam bukunya The Framework for a history of Islamic philosophy menyatakan bahwa, “worldview is the foundation of all human conduct, including scientific and technological activities.
4.      Manurut al-Mawdudi, yang dimaksud Islami Nazariyat adalah pandangan hidup yang dimulai dari konsep keesaan Tuhan (shahadah) yang berimplikasi pada keseluruhan kegiatan kehidupan manusia di dunia. Sebab shahadah adalah pernyataan moral yang mendorong manusia untuk melaksanakannya dalam kehidupannya secara menyeluruh.
5.      Shaykh Atif al-Zayn mengartikan mabda’ sebagai aqidah fikriyyah (kepercayaan yang rasional) yang berdasarkan pada akal.
6.      Sayyid Qutb mengartikan al-tasawwur al-Islami, sebagai akumulasi dari keyakinan asasi yang terbentuk dalam pikiran dan hati setiap Muslim, yang memberi gambaran khusus tentang wujud dan apa-apa yang terdapat dibalik itu.
7.      Al-Attas mengartikan worldview Islam adalah pandangan Islam tentang realitas dan kebenaran yang nampak oleh mata hati kita dan yang menjelaskan hakekat wujud; oleh karena apa yang dipancarkan Islam adalah wujud yang total maka worldview Islam berarti pandangan Islam tentang wujud (ru’yaat al-Islam lil-wujud)
Dari pandangan pandangan tersebut, pandangan para ulama telah cukup menjelaskan apa yang disebut pandangan hidup islam haya saja, para ulama berbeda fokus pada pelaksanaannya, ada yang meletakkan pada politik, ideologi, metafisik dan fisiologi.
Dari pandangan hidup islam kita dapat melihat bahwa agama islam telah mendorong para manusia untuk menggunakan akal dalam menggali ilmu sebanyak banyaknya, dan ilmu pengetahuan dalam islam berasal dari wahyu yg kemudian dijabarkan k dalam pengetahuan yang luas.